Rabu, 01 Juni 2016

Hahaha...

Sudah beberapa bulan terakhir ini, kira-kira semenjak awal tahun 2016 saya mengikuti kelas bahasa Arab intensif di sebuah lembaga dekat rumah. Kebetulan saya sekelas dengan anak-anak yang mayoritas kelahiran 97 alias seumuran mahasiswa angkatan 2015 karena kelas tersebut sebenarnya memang dibentuk sebagai kelas persiapan bagi yang ingin melanjutkan kulah di sana--yang notabene menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Karena teman-teman sekelas saya merupakan bocah-bocah kelahiran 95-97, jadilah saya murid paling sepuh di sana hahaha...

sumber: Google (keyword: belajar)

Bergaul dengan anak-anak tersebut menjadikan saya semakin menyadari kalau tingkat kedewasaan anak-anak atau remaja jaman sekarang sangat berbeda dengan tingkat kedewasaan ketika anak-anak seangkatan saya berusia seumuran mereka. Tingkah polah mereka yang berupa-rupa macamnya kadang membuat saya ingin tertawa, tetapi kadang bikin kesal juga. Mungkin saya lebih banyak dibuat kesal daripada tertawa pffftt... Salah satu hal yang cukup membekas di ingatan saya yaitu ketika mereka membicarakan artis idola mereka, saya seolah-olah sedang mendengarkan orasi perdamaian dunia atau perdebatan menggebu-gebu mengenai konflik di Suriah. HEBOH! Padahal mereka cuma membicarakan tentang penyanyi Kpop X yang sedang terkena skandal tabrak lari, acara singing battle antara penyanyi Y dengan penyanyi Z, aktris A yang baru saja menerima tawaran main drama I, dan sebagainya. Sungguh tema yang kurang penting. Akan tetapi, di sisi lain saya juga dapat memaklumi karena sebagaimana mereka, saya pun pernah berada di usia di mana mengidolakan seseorang adalah bagian dari hidup, semacam prinsip hidup--terlepas dari betapa bodohnya hal itu sekarang terdengar ðŸ˜‚.

Terlepas dari semua itu, saya menikmati waktu-waktu yang saya habiskan bercanda, tertawa, dan menahan kesal karena mereka hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Your feedback is really appreciated :)