Selasa, 22 April 2014

(One of) The Hardest Step(s) is The First One




Pembuatan satu hutan dimulai dari penanaman satu bibit pohon. Pasti pernah denger kutipan ini dong? Dan itulah yang saya lakukan sekarang: nanam pohon. Hehehe... Nggak deh, sebenarnya itu cuma kiasan aja dari apa yang lagi saya kerjain sekarang aka memulai sesuatu.




Pertama kali saya ngeblog itu sekitar tiga atau empat tahun yang lalu, itu juga karena terpaksa. Ditugasin sama guru TIK waktu SMA untuk membuat dan menulis blog. Awal buat juga cuma karena demi memenuhi nilai TIK, tapi akhirnya keterusan dipakai dan menghasilkan beberapa postingan. Sayangnya, blog itu berakhir kaya begitu aja. Saya masuk kuliah, sibuk kuliah, dan ga sempat nulis lagi.

Bohong sih kalau dibilang ga sempat, karena toh saya ‘kupu-kupu’ pas kuliah dulu. ‘Kuliah pulang, kuliah pulang’. Jadi kuliah itu ga ikutan organisasi atau kepanitiaan apa-apa, banyakan mainnya huehehehe... Ikut sih beberapa, tapi tidak sebanyak teman-teman yang lain. Selain itu, satu hal lain yang, menurut saya setelah dipikir-pikir, juga menjadi alasan saya malas nulis adalah karena saya kuliah ambil jurusan literatur. Jurusan sastra lah, untuk lebih gampangnya. Dari kecil saya suka sekali menulis cerita dan guru-guru Bahasa Indonesia saya dari SD sampai SMA banyak yang bilang tulisan saya bagus, saya berbakat menulis de el el. Itulah kenapa kemudian saya ambil jurusan sastra. Tapiiii, karena setiap hari ditugasin review cerpen ini, cerpen itu, novel ini, novel itu, pokoknya membaca dan menulis itu jadi tugas minimal setiap minggu ada, saya jadi jenuh menulis dan membaca. Ibaratnya, kalau lagi baca atau nulis sesuatu tuh kaya lagi ngerjain tugas aja, udah ga nemu enjoynya. Sampai ada becandaan di blog Yeah Mahasiswa (mahasiswa biasanya ga bakal ketinggalan nih sama blog satu ini) yang isinya kira-kira begini, “Kalau anak jurusan lain lagi suntuk baca buku kuliah, bacanya novel. Kalau anak sastra suntuk baca apa?” Karena kami memang setiap hari berjibaku dengan cerpen, novel, puisi, naskah drama, dan sebagainya. Jadi, menurut hemat saya, sepertinya itulah alasan kenapa pada akhirnya saya berhenti sama sekali menulis blog. Padahal kalau terpaksa, seperti ketika disuruh mengerjakan tugas makalah atau paper, saya paling semangat jadi editor untuk mereview tulisan dari teman-teman satu kelompok. Dan setiap kali habis menulis, sesusah apapun mata kuliahnya, selalu ada kepuasan tersendiri melihat hasil tulisan saya (bersama dengan teman-teman) itu.

Anywaysssss, sekarang saya sudah lulus!!! Yeaayyyy.... Alhamdulillah. Jadi, mari kita buka lembaran baru, kembali menulis blog!! Semoga tulisan saya (entah bagaimana caranya) bisa bermanfaat.

1 komentar:

Your feedback is really appreciated :)